SURABAYA – Guna mendongkrak efisiensi logistik dan perdagangan, proyek revitalisasi sejumlah pelabuhan dan infrastruktur pesisir terus dikebut. Proyek strategis ini diharapkan mampu memangkas biaya distribusi barang yang selama ini menjadi keluhan utama para pelaku usaha menengah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan konstruksi sudah mencapai tahap 75 persen. Selain fokus pada perluasan kapasitas sandar kapal, proyek ini juga mengintegrasikan sistem digitalisasi pelabuhan untuk mempercepat proses bongkar muat (dwelling time).
Para ekonom memprediksi, rampungnya proyek ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Arus barang yang lebih cepat tidak hanya menguntungkan korporasi besar, tetapi juga memberikan napas panjang bagi UMKM yang bergantung pada suplai bahan baku antar pulau.

