SURABAYA – Sektor agrikultur di Jawa Timur perlahan mulai meninggalkan cara konvensional. Penerapan Artificial Intelligence (AI) dan sensor Internet of Things (IoT) di sejumlah lahan percontohan menunjukkan hasil yang signifikan, baik dari segi efisiensi air maupun peningkatan hasil panen.
Sistem cerdas ini mampu memprediksi cuaca, mendeteksi tingkat kelembapan tanah secara real-time, hingga merekomendasikan takaran pupuk yang presisi. Petani kini tidak lagi hanya mengandalkan insting, melainkan bergerak berdasarkan data yang terukur dan akurat.
Pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif dari para developer muda ini. “Teknologi adalah kunci ketahanan pangan. Jika efisiensi ini bisa direplikasi ke seluruh wilayah Jawa Timur, kita tidak hanya surplus, tapi juga memimpin revolusi agrikultur nasional,” tegas perwakilan dinas terkait.

